Diterpa angin badai disertai ombak Hampir hampir menenggelamkan bukit Berusaha berteriak Namun semakin sakit Mencoba terus berpegang pada akar sampai keranting tertinggi Selalu jatuh sampai ribuan kali Mencoba selalu berpikir Merasa sudah sampai di titik akhir Namun harapan menyusupi Membuat angan angan kembali Apa sebab badai datang Atau ini badai apa? Sesekali guntur petirpun turut menakuti Menyusutkan angan kembali Merasa semua sudah dipasrahkan Seakan ada pertolongan Namun justru membingungkan Membuat tersesat dalam kegelapan Dari awal hanya satu yang dituju Namun ditengah seringkali keliru Semua cara sudah terpakai Tak ada satupun yang tercapai Sudah tak lagi percaya dengan Harapan Walau masih ada keinginan Ternyata badai terus ada Air tak akan surut Sampai terbiasa dan lupa Namun hati terus menuntut
Kutahan rasa ini Kuresah menanti Ingin rasa kulepas!!! Namun malu menghalangi Kuingin membuka sedikit Namun kutakut mengakui Keringat sudah membasahi Berfikir mungkin ini bukan waktu yang tepat mengeluarkan isi Tapi aku lelaki sejati Harus berani!!! Bergemuruh dalam hati Tak kuat sudah menahan diri Keluarlah itu isi Namun seperti jeritan bayi Menyebarlah itu keseluruh penghuni Semua menatapku!!! Hingga memerah pipi Karena tamparan kaki Lega perut ini....