Langsung ke konten utama

Postingan

BERGANTI TUHAN

Diterpa angin badai disertai ombak  Hampir hampir menenggelamkan bukit  Berusaha berteriak  Namun semakin sakit  Mencoba terus berpegang pada akar sampai keranting tertinggi  Selalu jatuh sampai ribuan kali  Mencoba selalu berpikir  Merasa sudah sampai di titik akhir  Namun harapan menyusupi  Membuat angan angan kembali  Apa sebab badai datang  Atau ini badai apa?  Sesekali guntur petirpun turut menakuti Menyusutkan angan kembali  Merasa semua sudah dipasrahkan  Seakan ada pertolongan  Namun justru membingungkan  Membuat tersesat dalam kegelapan  Dari awal hanya satu yang dituju  Namun ditengah seringkali keliru  Semua cara sudah terpakai  Tak ada satupun yang tercapai  Sudah tak lagi percaya dengan Harapan  Walau masih ada keinginan  Ternyata badai terus ada  Air tak akan surut  Sampai terbiasa dan lupa  Namun hati terus menuntut
Postingan terbaru

Pengorbanan

Kutahan rasa ini Kuresah menanti Ingin rasa kulepas!!! Namun malu menghalangi Kuingin membuka sedikit Namun kutakut mengakui Keringat sudah membasahi Berfikir mungkin ini bukan waktu yang tepat mengeluarkan isi Tapi aku lelaki sejati Harus berani!!! Bergemuruh dalam hati Tak kuat sudah menahan diri Keluarlah itu isi Namun seperti jeritan bayi Menyebarlah itu keseluruh penghuni Semua menatapku!!! Hingga memerah pipi Karena tamparan kaki Lega perut ini....

PUISI

Puisi Opo kuwi? Kuwi opo puisi! Metu songko ati Tinulis enggo deriji Kabeh wong iso ningali Ora kabeh iso mahami Batesane imajinasi Tanpo diluru metu isi Ngawur dadi lucu Diawur dadi wagu Dipiker dadi ngelu Indah miturut ku Wagu tafsirmu

PENDEKAR

Pendekar Seakan lebih mulia dari semua jabatan kepahlawanan. Pendekar berjuang sendirian tanpa pasukan. Keyakinan dan kemantapannya melebihi siapapun manusia sekarang. Pendekar tak mau dikenal. Dia bahagia dalam kesendirian. Karena dia yakin Tuhannya memperhatikan, disetiap tindakan. Andai ada ia dizaman sekarang. Oleh : Rakednep

BAHWA

BAHWA Bahwa cinta dan restu Tak boleh di paksa Telah mafhum cerita tentang cinta, terpaksa, pemaksaan cinta, Tanpa sadar bahwa cinta itu keadaan bukan rekaan Terlebih jua, Tak erat hikayatnya restu di dalam dada Bahwa laku dan luka harus diperiksa Bahagia. Rohmaan, Y.A. semarang, 29.1.19