Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Pengorbanan

Kutahan rasa ini Kuresah menanti Ingin rasa kulepas!!! Namun malu menghalangi Kuingin membuka sedikit Namun kutakut mengakui Keringat sudah membasahi Berfikir mungkin ini bukan waktu yang tepat mengeluarkan isi Tapi aku lelaki sejati Harus berani!!! Bergemuruh dalam hati Tak kuat sudah menahan diri Keluarlah itu isi Namun seperti jeritan bayi Menyebarlah itu keseluruh penghuni Semua menatapku!!! Hingga memerah pipi Karena tamparan kaki Lega perut ini....

PUISI

Puisi Opo kuwi? Kuwi opo puisi! Metu songko ati Tinulis enggo deriji Kabeh wong iso ningali Ora kabeh iso mahami Batesane imajinasi Tanpo diluru metu isi Ngawur dadi lucu Diawur dadi wagu Dipiker dadi ngelu Indah miturut ku Wagu tafsirmu

PENDEKAR

Pendekar Seakan lebih mulia dari semua jabatan kepahlawanan. Pendekar berjuang sendirian tanpa pasukan. Keyakinan dan kemantapannya melebihi siapapun manusia sekarang. Pendekar tak mau dikenal. Dia bahagia dalam kesendirian. Karena dia yakin Tuhannya memperhatikan, disetiap tindakan. Andai ada ia dizaman sekarang. Oleh : Rakednep

BAHWA

BAHWA Bahwa cinta dan restu Tak boleh di paksa Telah mafhum cerita tentang cinta, terpaksa, pemaksaan cinta, Tanpa sadar bahwa cinta itu keadaan bukan rekaan Terlebih jua, Tak erat hikayatnya restu di dalam dada Bahwa laku dan luka harus diperiksa Bahagia. Rohmaan, Y.A. semarang, 29.1.19